Configure Default Route in EIGRP
Assalamualaikum...-SOBAT JARINGAN-
saya akan menjelaskan apa itu Default Route,RIP,IGRP,OSPF,EIGRP,BGP
let's read and follow the steps :D
PINTAR ITU YA BELAJAR
Default route adalah sebuah rute yang dianggap cocok dengan semua IP address tujuan.
Dengan default route ketika IP address destination(tujuan) dari sebuah paket tidak ditemukan dalam tabel routing, maka router akan menggunakan default route untuk mem-forward paket tersebut.
Default route paling cocok berfungsi ketika hanya ada satu rute ke suatu network dan default route ini sebenarnya masuk didalam stastic route .
========================================================================
Static route terdiri dari perintah-perintah konfigurasi sendiri-sendiri untuk setiap route kepada router. Sebuah router hanya akan meneruskan paket kepada subnet-subnet yang hanya ada pada routing table. Sebuah router selalu mengetahui route yang bersentuhan langsung kepadanya keluar dari interface router yang mempunyai status “up and up” pada line interface dan protokolnya. Dengan menambahkan static route, sebuah router dapat diberitahukan ke mana harus meneruskan paket-paket kepada subnet-subnet yang tidak bersentuhan langsung kepadanya.
Router tabelnya diset manual dan disimpan dalam router. Seorang administrator harus meng-update route static ini secara manual ketika terjadi perubahan topologi antar jaringan (internetwork). Oleh karena itu routing static biasanya digunakan untuk membangun jaringan yang berskala kecil.
========================================================================
Tabel Routing
Tabel routing (routing table) terdiri atas entri-entri rute dan setiap entri rute terdiri dari IP Address. Di bawah ini adalah contoh tampilan tabel di atas pada komputer biasa yang terhubung ke internet melalui router rumah
1. Destination (TUJUAN JARINGAN)
Dapat berupa alamat IPv4 atau prefix alamat IPv4. Dalam Windows, kolom ini dinamakan Network Destination dalam display perintah route print.
2. Network Mask (NETMASK)
Subnet mask digunakan untuk menyesuaikan tujuan alamat IPv4 dari nilai paket yang dikirim dari field destination. Pada windows, kolom ini dinamakan Netmask.
Kolom Tujuan Jaringan dan Netmask bersama-sama menggambarkan ID Jaringan seperti yang disebutkan sebelumnya. Misalnya, tujuan 192.168.0.0 dan netmask 255.255.255.0 dapat ditulis sebagai ID jaringan 192.168.0.0/24 .
Kolom Tujuan Jaringan dan Netmask bersama-sama menggambarkan ID Jaringan seperti yang disebutkan sebelumnya. Misalnya, tujuan 192.168.0.0 dan netmask 255.255.255.0 dapat ditulis sebagai ID jaringan 192.168.0.0/24 .
3. Next-Hop (PINTU GERBANG)
Alamat IPv4 yang dilewati. Pada tabel router di Windows, kolom ini dinamakan Gateway.Gateway kolom berisi informasi yang sama sebagai hop berikutnya , yaitu menunju ke gateway jaringan yang dapat ditempuh
4. Interface (ANTARMUKA)
Interface jaringan yang digunakan untuk mengirim kembali paket IPv4. Dalam Windows, kolom ini berisi alamat IPv4 yang ditugaskan sebagai interface. Antarmuka menunjukkan apa yang tersedia secara lokal antarmuka bertanggung jawab untuk mencapai gateway. Dalam contoh ini, gateway 192.168.0.1 (router internet) dapat dihubungi melalui kartu jaringan lokal dengan alamat 192.168.0.100 .
5. Metric
Merupakan angka yang digunakan sebagai indikasi penggunaan route sehingga menjadi route yang terbaik di antara banyak route dengan tujuan yang sama bisa dipilih. Metric dapat menunjuk pada banyak links di jalan ke tujuan atau rute yang diinginkan untuk digunakan, tergantung banyak link.
Metrik menunjukkan biaya terkait penggunaan rute yang ditunjukkan. Ini berguna untuk menentukan efisiensi rute tertentu dari dua titik dalam jaringan. Dalam contoh ini, lebih efisien untuk berkomunikasi dengan komputer itu sendiri melalui penggunaan alamat 127.0.0.1 (disebut "localhost") daripada melalui 192.168.0.100 (alamat IP kartu jaringan lokal).
Kelebihan dan Kekurangan Router Static
1. Keuntungan Static Route
a. Static route lebih aman dibanding dynamic route
b. Static route kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof paket dynamic routing
protocols dengan maksud melakukan konfigurasi router untuk tujuan membajak
traffic.
2. Kerugian
a. Administrasinya adalah cukup rumit dibanding dynamic routing, khususnya
jika terdiri dari banyak router yang perlu dikonfigurasi secara manual.
b. Rentan terhadap kesalahan saat entri data static route dengan cara manual.
KONFIGURASI
mari ikuti step by stepnya hehe agar tau dan semakin tau
konfigurasi kali ini tidak menggunakan ip interface untuk menambahkan table routingnya, akan tetapi menggunkan default routing yaitu 0.0.0.0
Isi ip address di setiap interface
Metrik menunjukkan biaya terkait penggunaan rute yang ditunjukkan. Ini berguna untuk menentukan efisiensi rute tertentu dari dua titik dalam jaringan. Dalam contoh ini, lebih efisien untuk berkomunikasi dengan komputer itu sendiri melalui penggunaan alamat 127.0.0.1 (disebut "localhost") daripada melalui 192.168.0.100 (alamat IP kartu jaringan lokal).
Kelebihan dan Kekurangan Router Static
1. Keuntungan Static Route
a. Static route lebih aman dibanding dynamic route
b. Static route kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof paket dynamic routing
protocols dengan maksud melakukan konfigurasi router untuk tujuan membajak
traffic.
2. Kerugian
a. Administrasinya adalah cukup rumit dibanding dynamic routing, khususnya
jika terdiri dari banyak router yang perlu dikonfigurasi secara manual.
b. Rentan terhadap kesalahan saat entri data static route dengan cara manual.
KONFIGURASI
mari ikuti step by stepnya hehe agar tau dan semakin tau
konfigurasi kali ini tidak menggunakan ip interface untuk menambahkan table routingnya, akan tetapi menggunkan default routing yaitu 0.0.0.0
Isi ip address di setiap interface
R1
Router>en
Router#conf t
Router(config)host RT1
RT1(int Gig0/0/0
RT1(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
RT1(config-if)#no sh
RT1(config-if)#int Gig0/0/1
RT1(config-if)#ip add 12.12.12.1 255.255.255.0
RT1(config-if)#no sh
R2
Router>en
Router#conf t
Router(config)#host RT2
RT2(config)#int Gig0/0/0
RT2(config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0
RT2(config-if)#no sh
RT2(config-if)#int Gig0/0/1
RT2(config-if)#ip add 23.23.23.1 255.255.255.0
RT2(config-if)no sh
R3
Router>en
Router#conf t
Router(config)#host RT3
RT3(config-if)#int Gig0/0/0
RT3(config-if)#ip add 23.23.23.255.255.255.0
RT3(config-if)#no sh
RT3(config-if)#int Gig0/0/1
RT3(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
RT3(config-if)#no sh
=======================================================================
Buat Routing tabel menggunakan default Route
RT1(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 12.12.12.2
RT2(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 23.23.23.2
RT2(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 12.12.12.1
RT3(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 23.23.23.1
=======================================================================
Verivikasi routing tabelnyaRT1#sh ip route
RT2#show ip routeRT3#sh ip route
Default route ditandai dengan S*
========================================================================
Dan lakukan pengujian jg dari pc client bisa sling komunikasi.Hasilnya pun akan sama persis dengan static route, hanya saja kali ini kita menggunakan default route sebagai table routingnya
KESIMPULAN
Suatu static route adalah suatu mekanisme routing yang tergantung dengan routing table dengan konfigurasi manual. Disisi lain, dynamic routing adalah suatu mekanisme routing di mana pertukaran routing table antar router yang ada pada jaringan dilakukan secara dynamic.Dalam skala jaringan yang kecil yang mungkin terdiri dari dua atau tiga router saja, pemakaian static route lebih umum dipakai. Static router (yang menggunakan solusi static route) haruslah dikonfigurasi secara manual dan di-maintain secara terpisah karena tidak melakukan pertukaran informasi routing table secara dinamis dengan router-router lainnya.
Suatu static route akan berfungsi sempurna jika routing table berisi suatu route untuk setiap jaringan didalam internetwork yang mana dikonfigurasi secara manual oleh administrator jaringan. Setiap host pada jaringan harus dikonfigurasi untuk mengarah kepada default route atau default gateway agar cocok dengan IP address dari interface local router, di mana router memeriksa routing table dan menentukan route yang mana digunakan untuk meneruskan paket.
========================================================================
Introduction to Routing Informasi Protocol (RIP)
Selain menggunakan static Routing,untuk menghubungkan beberapa jaringan juga
dapatdigunakan teknik dynamic routing ,pada saat akan menggunakan dynamic routing
,administrator jaringan tidak perlu menyusun tabel routing secara manual
Tiap RIP router saling tukar informasi routing tiap 30 detik, melalui UDP port 520. Untuk menghindari loop routing, digunakan teknik split horizon with poison reverse.
– Kelebihan
Menggunakan metode Triggered Update.
RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.
– Kekurangan
Jumlah host Terbatas
RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada
RIP memiliki 3 versi yaitu :
- RIPv2-Sebagai classless Routing Protocol untuk menerapkan RIPv2,
maka perludinon-aktifkan juga fitur auto summary yang secara default digunakan oleh RIpv2. - RIPng-RIPng untuk Ipv6 berbasis pada RIPv2, tetapi bukan merupakan extension dari RIPv2; RIPng merupakan protokol terpisah. RIPng tidak mendukung Ipv4, jadi untuk menggunakan RIP untuk proses routing Ipv4 dan Ipv6 kita harus menggunakan RIPv1/v2 untuk Ipv4 dan RIPng untuk Ipv6
- RIPv1 -Sebagai classful Routing protocolsehingga tidak dapat digunakan pada jaringan classless,apalagi pada jaringan yang menerapkan subnetmask yang berbeda beda
KONFIGURASI
R1
RT1>en
RT1#conf t
RT1(config)#host RT1
RT1(config)#int Gig0/0/0
RT1(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
RT1(config-if)#no sh
RT1(config-if)#int Gig0/0/1
RT1(config-if)#ip add 172.16.1.1 255.255.255.0
RT1(config-if)#exit
RT1(config)#router rip
RT1(config-router)#version 2
RT1(config-router)#network 192.168.1.0
RT1(config-router)#network 172.16.1.0
RT1(config-router)#exit
R2
IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) adalah juga protocol distance vector yang diciptakan oleh perusahaan Cisco untuk mengatasi kekurangan RIP. Jumlah hop maksimum menjadi 255 dan sebagai metric, IGRP menggunakan bandwidth, MTU, delay dan load. IGRP adalah protocol routing yang menggunakan Autonomous System (AS) yang dapat menentukan routing berdasarkan system, interior atau exterior. Administrative distance untuk IGRP adalah 100.
– Kelebihan
support = 255 hop count
– Kekurangan
Jumlah Host terbatas
========================================================================
OSPF (Open Shortest Path First ) merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP (interior gateway routing protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan eksternal. Selain itu, OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka. Maksudnya adalah routing protokol ini bukan ciptaan dari vendor manapun. Dengan demikian, siapapun dapat menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel dengannya, dan di manapun routing protokol ini dapat diimplementasikan. OSPF merupakan routing protokol yang menggunakan konsep hirarki routing, artinya OSPF membagi-bagi jaringan menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan area.
OSPF memiliki 3 table di dalam router :
Routing table
Routing table biasa juga disebut sebagai Forwarding database. Database ini berisi the lowest cost untuk mencapai router-router/network-network lainnya. Setiap router mempunyai Routing table yang berbeda-beda.
Adjecency database
Database ini berisi semua router tetangganya. Setiap router mempunyai Adjecency database yang berbeda-beda.
Topological database
Database ini berisi seluruh informasi tentang router yang berada dalam satu networknya/areanya.
– Kelebihan
tidak menghasilkan routing loop
mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus
dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan
membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat
– Kekurangan
Membutuhkan basis data yang besar
Lebih rumit
KONFIGURASI (BUATLAH TABEL SEPERTI DI ATAS)
set ip stastic di PC0,PC1,dan PC2
beri ip
(PC 1)
ip address 172.18.8.4
Subnetmask 255.255.0.0
Default Gateway 172.18.8.1
(PC2)
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 172.18.8.1 255.255.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#int se2/0
Router(config-if)#ip add 192.168.8.1 255.255.255.0
Router(config-if)#band 125
Router(config-if)#cl ra 125000
Router(config-if)#no shut
Konfigurasi EIGRP pada Router 1,
Router(config)#router ospf 4
Router(config)#router-id 2.2.2.2
Router(config-router)#net 172.18.8.0 0.0.255.255 area 0
Router(config-router)#net 192.168.8.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#log-adjacency
Router(config-router)#end
Router#
Pemberian IP add ROUTER 2
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 172.19.9.1 255.255.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#int se2/0
Router(config-if)#ip add 192.168.8.2 255.255.255.0
Router(config-if)#band 125
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#int se3/0
Router(config-if)#ip add 18.8.8.1 255.0.0.0
Router(config-if)#band 125
Router(config-if)#cl ra 125000
Router(config-if)#no shut
Konfigurasi OSPF pada Router 2,
Router(config)#router ospf 4
Router(config-router)#net 172.19.9.1 0.0.255.255 area 0
Router(config-router)#net 192.168.8.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#net 18.8.8.0 0.255.255.255 area 1
Router(config-router)#log-adjacency
Router(config-router)#end
Router#
Pemberian IP add ROUTER 3Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 172.16.10.1 255.255.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#int se2/0
Router(config-if)#ip add 18.8.8.2 255.0.0.0
Router(config-if)#band 125
Router(config-if)#no shut
Konfigurasi OSPF pada Router 3,
Router(config)#router ospf 4
Router(config)#router-id 4.4.4.4
Router(config-router)#net 172.16.10.0 0.0.255.255 area 1
Router(config-router)#net 18.8.8.0 0.255.255.255 area 1
Router(config-router)#log-adjacency
Router(config-router)#end
Router#
Setelah dikonfigurasi, coba di ping antara PC0 , PC1 dan PC2..
========================================================================
EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada cisco. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router cisco saja. Bgmn bila router cisco digunakan dengan router lain spt Juniper, Hwawei, dll menggunakan EIGRP???
Seperti saya bilang diatas, EIGRP hanya bisa digunakan sesama router cisco saja. EIGRP ini sangat cocok digunakan utk midsize dan large company. Karena banyak sekali fasilitas2 yang diberikan pada protocol ini.
– Kelebihan
melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop.
memerlukan lebih sedikit memori dan proses
memerlukan fitur loopavoidance
– Kekurangan
Hanya untuk Router Cisco
KONFIGURASI
buat lah topologi seperti gambar diatas
Setting EIGRP di R1
R1(config)#router eigrp 100
R1(config-router)#network 12.12.12.0
R1(config-router)#network 172.16.1.0
R1(config-router)#network 172.16.2.0
R1(config-router)#network 192.168.1.0
R1(config-router)#no auto-summary
Setting EIGRP di R2
R2(config)#router eigrp 100
R2(config-router)#network 12.12.12.0
R2(config-router)#network 172.16.3.0
R2(config-router)#network 172.16.4.0
R2(config-router)#network 192.168.2.0
R2(config-router)#no auto-summary
tampilkan verifikasinya dengan perintah berikut:
R1#show ip route
Command EIGRP di R1
R1(config)#router eigrp 100
R1(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.255
R1(config-router)#network 172.16.1.0 0.0.0.255
R1(config-router)#network 172.16.2.0 0.0.0.255
R1(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255
R1(config-router)#no auto-summary
Command EIGRP di R2
R2(config)#router eigrp 100
R2(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.255
R2(config-router)#network 172.16.3.0 0.0.0.255
R2(config-router)#network 172.16.4.0 0.0.0.255
R2(config-router)#network 192.168.2.0 0.0.0.255
R2(config-router)#no auto-summary
HASIL: Penjaluran stabil dijaringan kompleks sangat besar dan tidaka ada pengulangan penjaluran. Overhead rendah, IGRP sendiri tidak menggunakan bandwidth yang diperlukan untuk tugasnya Pemisahan lalu lintas antar beberapa rute paralel. Kemampuan untuk menangani berbagai jenis layanan dengan informasi tunggal. Mempertimbangkan menghitung laju kesalahan dan tingkat lalu lintas pada alur yang berbeda.Penjaluran stabil dijaringan kompleks sangat besar dan tidaka ada pengulangan penjaluraN Overhead rendah, IGRP sendiri tidak menggunakan bandwidth yang diperlukan untuk tugasnya
========================================================================
Border Gateway Protocol (BGP) adalah sebuah sistem antar autonomous routing protocol. Sistem autonomous adalah sebuah jaringan atau kelompok jaringan di bawah administrasi umum dan dengan kebijakan routing umum. BGP digunakan untuk pertukaran informasi routing untuk Internet dan merupakan protokol yang digunakan antar penyedia layanan Internet (ISP). Pelanggan jaringan, seperti perguruan tinggi dan perusahaan, biasanya menggunakan sebuah Interior Gateway Protocol (IGP) seperti RIP atau OSPF untuk pertukaran informasi routing dalam jaringan mereka. Pelanggan menyambung ke ISP, dan ISP menggunakan BGP untuk bertukar pelanggan dan rute ISP . Ketika BGP digunakan antar Autonom System (AS), protokol ini disebut sebagai External BGP (EBGP). Jika penyedia layanan menggunakan BGP untuk bertukar rute dalam suatu AS, maka protokol disebut sebagai Interior BGP (IBGP)
– Kelebihan
Sangat sederhana dalam instalasi
– Kekurangan
Sangat terbatas dalam mempergunakan topologi
RT1(config)#router rip
RT1(config-router)#version 2
RT1(config-router)#network 192.168.1.0
RT1(config-router)#network 172.16.1.0
RT1(config-router)#exit
R2
RT2>en
RT2#conf t
RT2(config)#host RT2
RT2(config)#int Gig0/0/0
RT2(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
RT2(config-if)#no sh
RT2(config-if)#int Gig0/0/1
RT2(config-if)#ip add 172.16.1.2 255.255.255.0
RT2(config-if)#exit
RT2(config)#router rip
RT2(config-router)#version 2
RT2(config-router)#network 192.168.2.0
RT2(config-router)#network 172.16.1.0
RT2(config-router)#exit
========================================================================RT2#conf t
RT2(config)#host RT2
RT2(config)#int Gig0/0/0
RT2(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
RT2(config-if)#no sh
RT2(config-if)#int Gig0/0/1
RT2(config-if)#ip add 172.16.1.2 255.255.255.0
RT2(config-if)#exit
RT2(config)#router rip
RT2(config-router)#version 2
RT2(config-router)#network 192.168.2.0
RT2(config-router)#network 172.16.1.0
RT2(config-router)#exit
Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) adalah juga protocol distance vector yang diciptakan oleh perusahaan Cisco untuk mengatasi kekurangan RIP. Jumlah hop maksimum menjadi 255 dan sebagai metric, IGRP menggunakan bandwidth, MTU, delay dan load. IGRP adalah protocol routing yang menggunakan Autonomous System (AS) yang dapat menentukan routing berdasarkan system, interior atau exterior. Administrative distance untuk IGRP adalah 100.
– Kelebihan
support = 255 hop count
– Kekurangan
Jumlah Host terbatas
========================================================================
Open Shortest Path First (OSPF)
OSPF (Open Shortest Path First ) merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP (interior gateway routing protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan eksternal. Selain itu, OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka. Maksudnya adalah routing protokol ini bukan ciptaan dari vendor manapun. Dengan demikian, siapapun dapat menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel dengannya, dan di manapun routing protokol ini dapat diimplementasikan. OSPF merupakan routing protokol yang menggunakan konsep hirarki routing, artinya OSPF membagi-bagi jaringan menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan area.
OSPF memiliki 3 table di dalam router :
Routing table
Routing table biasa juga disebut sebagai Forwarding database. Database ini berisi the lowest cost untuk mencapai router-router/network-network lainnya. Setiap router mempunyai Routing table yang berbeda-beda.
Adjecency database
Database ini berisi semua router tetangganya. Setiap router mempunyai Adjecency database yang berbeda-beda.
Topological database
Database ini berisi seluruh informasi tentang router yang berada dalam satu networknya/areanya.
– Kelebihan
tidak menghasilkan routing loop
mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus
dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan
membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat
– Kekurangan
Membutuhkan basis data yang besar
Lebih rumit
KONFIGURASI (BUATLAH TABEL SEPERTI DI ATAS)
set ip stastic di PC0,PC1,dan PC2
beri ip
(PC 1)
ip address 172.18.8.4
Subnetmask 255.255.0.0
Default Gateway 172.18.8.1
(PC2)
ip address172.19.9.9
Subnetmask 255.255.0.0
Default Gateway 172.19.9.1
(PC3)
Pemberian ip add ROUTER 1(PC3)
IP Address 172.16.10.10
Subnetmask 255.255.0.0
Default Gateway 172.16.10.1
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 172.18.8.1 255.255.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#int se2/0
Router(config-if)#ip add 192.168.8.1 255.255.255.0
Router(config-if)#band 125
Router(config-if)#cl ra 125000
Router(config-if)#no shut
Konfigurasi EIGRP pada Router 1,
Router(config)#router ospf 4
Router(config)#router-id 2.2.2.2
Router(config-router)#net 172.18.8.0 0.0.255.255 area 0
Router(config-router)#net 192.168.8.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#log-adjacency
Router(config-router)#end
Router#
Pemberian IP add ROUTER 2
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 172.19.9.1 255.255.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#int se2/0
Router(config-if)#ip add 192.168.8.2 255.255.255.0
Router(config-if)#band 125
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#int se3/0
Router(config-if)#ip add 18.8.8.1 255.0.0.0
Router(config-if)#band 125
Router(config-if)#cl ra 125000
Router(config-if)#no shut
Konfigurasi OSPF pada Router 2,
Router(config)#router ospf 4
Router(config-router)#net 172.19.9.1 0.0.255.255 area 0
Router(config-router)#net 192.168.8.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#net 18.8.8.0 0.255.255.255 area 1
Router(config-router)#log-adjacency
Router(config-router)#end
Router#
Pemberian IP add ROUTER 3Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 172.16.10.1 255.255.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#int se2/0
Router(config-if)#ip add 18.8.8.2 255.0.0.0
Router(config-if)#band 125
Router(config-if)#no shut
Konfigurasi OSPF pada Router 3,
Router(config)#router ospf 4
Router(config)#router-id 4.4.4.4
Router(config-router)#net 172.16.10.0 0.0.255.255 area 1
Router(config-router)#net 18.8.8.0 0.255.255.255 area 1
Router(config-router)#log-adjacency
Router(config-router)#end
Router#
Setelah dikonfigurasi, coba di ping antara PC0 , PC1 dan PC2..
========================================================================
EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada cisco. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router cisco saja. Bgmn bila router cisco digunakan dengan router lain spt Juniper, Hwawei, dll menggunakan EIGRP???
Seperti saya bilang diatas, EIGRP hanya bisa digunakan sesama router cisco saja. EIGRP ini sangat cocok digunakan utk midsize dan large company. Karena banyak sekali fasilitas2 yang diberikan pada protocol ini.
– Kelebihan
melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop.
memerlukan lebih sedikit memori dan proses
memerlukan fitur loopavoidance
– Kekurangan
Hanya untuk Router Cisco
KONFIGURASI
buat lah topologi seperti gambar diatas
Setting EIGRP di R1
R1(config)#router eigrp 100
R1(config-router)#network 12.12.12.0
R1(config-router)#network 172.16.1.0
R1(config-router)#network 172.16.2.0
R1(config-router)#network 192.168.1.0
R1(config-router)#no auto-summary
Setting EIGRP di R2
R2(config)#router eigrp 100
R2(config-router)#network 12.12.12.0
R2(config-router)#network 172.16.3.0
R2(config-router)#network 172.16.4.0
R2(config-router)#network 192.168.2.0
R2(config-router)#no auto-summary
tampilkan verifikasinya dengan perintah berikut:
R1#show ip route
Command EIGRP di R1
R1(config)#router eigrp 100
R1(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.255
R1(config-router)#network 172.16.1.0 0.0.0.255
R1(config-router)#network 172.16.2.0 0.0.0.255
R1(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255
R1(config-router)#no auto-summary
Command EIGRP di R2
R2(config)#router eigrp 100
R2(config-router)#network 12.12.12.0 0.0.0.255
R2(config-router)#network 172.16.3.0 0.0.0.255
R2(config-router)#network 172.16.4.0 0.0.0.255
R2(config-router)#network 192.168.2.0 0.0.0.255
R2(config-router)#no auto-summary
HASIL: Penjaluran stabil dijaringan kompleks sangat besar dan tidaka ada pengulangan penjaluran. Overhead rendah, IGRP sendiri tidak menggunakan bandwidth yang diperlukan untuk tugasnya Pemisahan lalu lintas antar beberapa rute paralel. Kemampuan untuk menangani berbagai jenis layanan dengan informasi tunggal. Mempertimbangkan menghitung laju kesalahan dan tingkat lalu lintas pada alur yang berbeda.Penjaluran stabil dijaringan kompleks sangat besar dan tidaka ada pengulangan penjaluraN Overhead rendah, IGRP sendiri tidak menggunakan bandwidth yang diperlukan untuk tugasnya
========================================================================
Border Gateway Protocol (BGP)
Border Gateway Protocol (BGP) adalah sebuah sistem antar autonomous routing protocol. Sistem autonomous adalah sebuah jaringan atau kelompok jaringan di bawah administrasi umum dan dengan kebijakan routing umum. BGP digunakan untuk pertukaran informasi routing untuk Internet dan merupakan protokol yang digunakan antar penyedia layanan Internet (ISP). Pelanggan jaringan, seperti perguruan tinggi dan perusahaan, biasanya menggunakan sebuah Interior Gateway Protocol (IGP) seperti RIP atau OSPF untuk pertukaran informasi routing dalam jaringan mereka. Pelanggan menyambung ke ISP, dan ISP menggunakan BGP untuk bertukar pelanggan dan rute ISP . Ketika BGP digunakan antar Autonom System (AS), protokol ini disebut sebagai External BGP (EBGP). Jika penyedia layanan menggunakan BGP untuk bertukar rute dalam suatu AS, maka protokol disebut sebagai Interior BGP (IBGP)
– Kelebihan
Sangat sederhana dalam instalasi
– Kekurangan
Sangat terbatas dalam mempergunakan topologi








Komentar
Posting Komentar